Translate

Kamis, 15 Mei 2014

budaya dan adat istiadat daerah BATANG, JAWA TENGAH


JENIS- JENIS  BUDAYA DAN ADAT ISTIADAT  YANG TERDAPAT DI DAERAH BATANG, JAWA TENGAH
Di daerah Batang, Jawa Tengah terdapat bermacam-macam budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda setiap kampung yang ada di daerah Batang. Antara daerah Batang pegunungan dan Batang pinggir laut sangat berbeda dalam masalah adat istiadat, mungkin saya akan menyebutkan perbedaan antara adat orang pegunungan dan orang yang berada di pinggir laut. Yang pertama masalah pernikahan, tradisi pernikahan di kota Batang sangat berbeda dengan daerah lain. Ketika diadakan akad pernikahan calon pengantin baru putra harus membawa seekor sapi untuk diberikan kepada calon pengantin baru putri, jadi tidak hanya mas kawin dan seperangkat alat sholat saja, tetapi juga harus menghadiahkan seekor sapi kepada calon pngantin putri ataupun kepada keluarga pengantin putri. Mengapa harus sapi yang harus dihadiahkan? Mungkin karena sudah adatnya dari zaman dahulu, konon dengan hadiah atau kado sapi itu bisa bermanfaat untuk membantu kebutuhan hidup calon keluarga dari pengantin baru tadi, sapi tersebut bisa dijadikan sebagai hewan ternak juga untuk penghasilan mencari nafkah, jika keluarga pengantin baru tersebut nantinya bisa merawat sapi itu dengan baik maka secara otomatis hewan sapi tersebut akan melahirkan anak, dan sapi akan menjadi lebih banyak. Setelah sapi itu beranak banyak maka keluarga pengantin akan mempunyai peternakan hewan yang berupa sapi. Itulah adat istiadat yang terdapat di kota Batang daerah pegunungan.
Tetapi untuk daerah dipinggir pantai sangat berbeda dengan adat istiadat yang ada di daerah pegunungan, adat pernikahan di daerah pinggir pantai tidak menggunakan sapi sebagai tambahan hadiah nikah, disana hanya menggunakan mas kawin dan seperangkat alat solat saja sebagai mahar nikah, konon di daerah pinggir pantai pada zaman dahulu tidak ada hewan yang berupa sapi. Sapi tidak bisa hidup di daerah yang udaranya panas, mayoritas pada zaman dahulu sapi hanya terdapat di daerah pegunungan. Masyarakat yang berada di daerah pantai hanya bisa menghadiahkan hasil tambang laut yang berupa ikan. Karena ikan adalah sumber nafkah  para masyarakat yang setiap hari selalu dicari di tengah-tengah laut. Jadi maklum kalau daerah pinggir pantai ketika ada hajatan pernikahan lauk yang digunakan untuk para undangan adalah ikan laut hasil tambang para masyarakat.
Selain adat pernikahan, di daerah Batang juga terdapat adat ketika melahirkan bayi. Diantaranya apa bila seorang keluarga mempunyai bayi yang baru lahir, maka setelah tiga hari kemudian, wajib syukuran di masjid biasanya dinamakan “MBUCU BAYI LAHIR”. Mbucu bayi lahir biasanya si keluarga bayi tersebut memasak nasi tumpeng beserta lauk lauknya, kemudian dibawa ke masjid untuk dimakan bersama-sama para jama’ah. Mbucu bayi lahir biasanya bertujuan untuk bersyukur kepada Allah atas karunia bayi yang diberikan kepada keluarga, yang kedua supaya bayi sehat, dan bisa menjadi orang yang selalu taat kepada Allah. Diharapkan dengan mbucu bayi lahir, suatu saat nanti setelah bayi menginjak usia dewasa bisa menjadi umat muslim yang ahli ibadah, selalu jama’ah sholat lima waktu dan selalu membaca al qur’an di masjid. Itulah kenapa mbucu bayi lahir dilaksanakan di masjid yang banyak orang berjama’ah sholat lima waktu.
Yang  ketiga adat istiadat tentang khitanan/sunatan, bagi anak anak yang sudah waktunya untuk disunat maka tidak boleh makan makanan yang basah dan beraroma amis, di daerah Batang seorang yang sudah disunat harus makan nasi lauk tempe bakar saja sampai sembuh tidak boleh mengkonsumsi lauk selain tempe bakar, tradisi makan tempe bakar sudah ada sejak zaman dahulu, konon katanya dengan makan tempe bakar, maka dzakar lelaki yang sudah disunat akan cepat kering dan sembuh. Mungkin tempe bakar proteinnya sangat tinggi, sangat membantu mempercepat benang jahitan pada dzakar lelaki menjadi daging, kenapa harus tempe bakar bukan tempe goreng? Mungkin tempe goreng banyak mengandung minyak, dan minyak tersebut sangat mempengaruhi pengeringan pada dzakar lelaki, berbeda dengan tempe bakar. Kalau tempe bakar tidak ada satupun bahan kimia jadi sangat cepat dalam proses penyembuhan dzakar lelaki yang baru saja disunat. Itulah tradisi- tradisi yang ada di daerah Batang Jawa Tengah.

2 komentar: