Translate

Kamis, 15 Mei 2014

contoh tulisan refleksi pembelajaran


Nama                    : Alfi Chairul Umam
Kelas                     : Jurumiyah

“Refleksi hasil pembelajaran kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim”

                Pendidikan berkarakter saat ini sedang dikembangkan di seluruh dunia termasuk indonesia, berbagai institusi pendidikan di indonesia dituntut untuk mampu memberikan sebuah pembelajaran dan mendidik para siswanya agar memiliki soft skill yang mumpuni untuk menjawab tantangan kemajuan zaman di kemudian hari, efek inipun yang membuat pemerintah melalui ketetapan MPR tahun 2013 yang menetapkan perubahan kurikulum pembelajaran di indonesia yang awalnya menggunakan sistem kurikulum KTSP kemudian diubah menjadi kurikulum 2013 berkarakter, ini merupakan slalah satu bentuk refleksi pemikiran pemerintah dan berbagai kalangan akademik memandang segala bentuk pengajaran yang ada di indonesia.
                Nah, sekarang al faqir akan menjelaskan apa-apa saja yang al faqir rasakan, baik secara langsung maupun tidak setelah al faqir mempelajari kitab adabul alim wal muta’alim di pondok pesantren al luqmaniyah. Awalnya al faqir memili sebuah dilematika pengembangan dalam mengintegrasikan serta menginterkoneksikan antara ilmu yang terkandung dalam kitab tersebut, dimana kitab tersebut merupakan salah satu kitab yang mengajari, menuntun dan mendidik para santri dalam masalah etika, akhlak maupun adab dan termasuk karya termasyhur dari KH. Hasyim As’ari (salah satu pelopor berdirinya organuisasi Nahdhotul Ulama/ NU). Hal ini dirasakan bukan tanpa sebab, melainkan al faqir pribadi sebelumnya lebih memahami konsep ber-etika, ber-adab dan ber-akhlak yang al faqir rasakan lebih ke barat-baratan maklum sebelum al faqir mengenyam pendidikan agama di Pesantren Al-Luqmaniyah ini, al faqir lebih dulu menuntaskan pendidikan 6 tahun di Salah satu cabang dari pondok pesantren Gontor yang mana al faqir rasakan cara pengimplementasian pembelajaran akhlak dan etikanya jauh berbeda dengan yang al faqir rasakan pada saat ini.
                Ustad huda yang merupakan pengajar kitab adabul alim wal muta’allim al faqir rasakan sangat cocok dan sangat menguasai dasar ilmu kitab tersebut, hal ini dapat ditinjau dari cara beliau menjelaskan berbagai hal mengenai cara ber etika dan ber akhlak baik antara murid dengan guru maupun sebaliknya dapat dijelaskan dengan lugas dan jelas hingga dapat mentransformasikan sebuah pemahaman baru kepada diri al faqir mengenai berbagai konsep ber-etika dan ber-akhlak dalam kehidupan sehari-hari, walaupun terkadang al faqir menemukan sebuah keganjalan dalam hati dan fikiran setelah al faqir memahami konsep ber- etika dan ber- akhlak yang ada dalam kitab itu, karena tidak jarang al faqir merasa ada suatu konsep yang diajarkan beliau dari kitab tersebut yang menurut al faqir tidak masuk akal dan tidak bisa di logikakan.




                 Namun karna itulah al faqir mulai memahami bahwa tidak semua perkara itu bisa di logilisasikan, termasuk berbagai konsep ke beragamaan dan syariat Islam yang sudah merupakan hukum pasti tidak harus di logilisasikan, termasuk konsep dalam ber-adab dan ber-etika yang terkandung dalam kitab tersebut, walaupun tidak sedikit kalangan yang ingin memperdebatkan konsep-konsep pembelajaran yang tidak bisa mereka nalar namun justru disitulah nilai estetika tertinggi sebuah konsep pembelajaran terkandung, karna menurut al faqir tidak semua orang dan kalangan dapat memahami konsep tersebut, mungkin hanya orang-orang terpilih lah yang mampu menerima dan mengimplementasikan hasil pembelajaran tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.
                Tidak banyak yang al faqir kritisi mengenai materi pembelajaran maupun cara penyampaian materi kitab adabul ‘alim wal muta’alim ini, karena tidak banyhak pula kritikan yang terbersit dalam jiwa dan fikiran al fakir, yang ada hanya sebuah kebanggaan tersendiri yang al fakir rasakan karena telah diberikan kesempatan oleh Allah untuk mengkaji kitab ini. Sungguh materi-materi kitab ini telah menjadi mawar penghias jiwa al fakir, dan menjadi petunjuk arah dalam perjalanan hidup al fakir kedepannya.  Semoga allah selalu memberikan rahmat nya kepada KH. Hasyim Asy’ari selaku pengarang kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim yang al fakir pelajari dan tak lupa pula al fakir ingin berterimakasih kepada Ustad Huda selaku pengajar kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim yang telah memberikan sebuah pandangan baru yang dapat menghiasi jiwa al fakir saat ini semoga allah slalu menjaga dan melancarkan segala urusan beliau. aminn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar