Nama :
Alfi Chairul Umam
Kelas :
Jurumiyah
“Refleksi hasil
pembelajaran kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim”
Pendidikan berkarakter saat ini
sedang dikembangkan di seluruh dunia termasuk indonesia, berbagai institusi
pendidikan di indonesia dituntut untuk mampu memberikan sebuah pembelajaran dan
mendidik para siswanya agar memiliki soft skill yang mumpuni untuk menjawab
tantangan kemajuan zaman di kemudian hari, efek inipun yang membuat pemerintah
melalui ketetapan MPR tahun 2013 yang menetapkan perubahan kurikulum
pembelajaran di indonesia yang awalnya menggunakan sistem kurikulum KTSP
kemudian diubah menjadi kurikulum 2013 berkarakter, ini merupakan slalah satu
bentuk refleksi pemikiran pemerintah dan berbagai kalangan akademik memandang
segala bentuk pengajaran yang ada di indonesia.
Nah,
sekarang al faqir akan menjelaskan apa-apa saja yang al faqir rasakan, baik
secara langsung maupun tidak setelah al faqir mempelajari kitab adabul alim wal
muta’alim di pondok pesantren al luqmaniyah. Awalnya al faqir memili sebuah
dilematika pengembangan dalam mengintegrasikan serta menginterkoneksikan antara
ilmu yang terkandung dalam kitab tersebut, dimana kitab tersebut merupakan
salah satu kitab yang mengajari, menuntun dan mendidik para santri dalam
masalah etika, akhlak maupun adab dan termasuk karya termasyhur dari KH. Hasyim
As’ari (salah satu pelopor berdirinya organuisasi Nahdhotul Ulama/ NU). Hal ini
dirasakan bukan tanpa sebab, melainkan al faqir pribadi sebelumnya lebih memahami
konsep ber-etika, ber-adab dan ber-akhlak yang al faqir rasakan lebih ke barat-baratan
maklum sebelum al faqir mengenyam pendidikan agama di Pesantren Al-Luqmaniyah
ini, al faqir lebih dulu menuntaskan pendidikan 6 tahun di Salah satu cabang
dari pondok pesantren Gontor yang mana al faqir rasakan cara pengimplementasian
pembelajaran akhlak dan etikanya jauh berbeda dengan yang al faqir rasakan pada
saat ini.
Ustad huda
yang merupakan pengajar kitab adabul alim wal muta’allim al faqir rasakan
sangat cocok dan sangat menguasai dasar ilmu kitab tersebut, hal ini dapat
ditinjau dari cara beliau menjelaskan berbagai hal mengenai cara ber etika dan
ber akhlak baik antara murid dengan guru maupun sebaliknya dapat dijelaskan
dengan lugas dan jelas hingga dapat mentransformasikan sebuah pemahaman baru
kepada diri al faqir mengenai berbagai konsep ber-etika dan ber-akhlak dalam
kehidupan sehari-hari, walaupun terkadang al faqir menemukan sebuah keganjalan
dalam hati dan fikiran setelah al faqir memahami konsep ber- etika dan ber-
akhlak yang ada dalam kitab itu, karena tidak jarang al faqir merasa ada suatu
konsep yang diajarkan beliau dari kitab tersebut yang menurut al faqir tidak
masuk akal dan tidak bisa di logikakan.
Namun karna itulah al faqir mulai memahami
bahwa tidak semua perkara itu bisa di logilisasikan, termasuk berbagai konsep
ke beragamaan dan syariat Islam yang sudah merupakan hukum pasti tidak harus di
logilisasikan, termasuk konsep dalam ber-adab dan ber-etika yang terkandung
dalam kitab tersebut, walaupun tidak sedikit kalangan yang ingin memperdebatkan
konsep-konsep pembelajaran yang tidak bisa mereka nalar namun justru disitulah
nilai estetika tertinggi sebuah konsep pembelajaran terkandung, karna menurut
al faqir tidak semua orang dan kalangan dapat memahami konsep tersebut, mungkin
hanya orang-orang terpilih lah yang mampu menerima dan mengimplementasikan
hasil pembelajaran tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.
Tidak banyak
yang al faqir kritisi mengenai materi pembelajaran maupun cara penyampaian
materi kitab adabul ‘alim wal muta’alim ini, karena tidak banyhak pula kritikan
yang terbersit dalam jiwa dan fikiran al fakir, yang ada hanya sebuah
kebanggaan tersendiri yang al fakir rasakan karena telah diberikan kesempatan
oleh Allah untuk mengkaji kitab ini. Sungguh materi-materi kitab ini telah
menjadi mawar penghias jiwa al fakir, dan menjadi petunjuk arah dalam
perjalanan hidup al fakir kedepannya. Semoga
allah selalu memberikan rahmat nya kepada KH. Hasyim Asy’ari selaku pengarang
kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim yang al fakir pelajari dan tak lupa pula al
fakir ingin berterimakasih kepada Ustad Huda selaku pengajar kitab Adabul ‘Alim
Wal Muta’alim yang telah memberikan sebuah pandangan baru yang dapat menghiasi
jiwa al fakir saat ini semoga allah slalu menjaga dan melancarkan segala urusan
beliau. aminn
Tidak ada komentar:
Posting Komentar